Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix dalam menciptakan transportasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan. “Setiap langkah kolaborasi kita saat ini adalah investasi bagi perjalanan yang lebih selamat esok hari. Mari kita jadikan forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga demi keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang kereta api,” tambahnya.
Kecelakaan dan Ancaman Kemiskinan Baru
Sekretaris Jenderal MTI, Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD., M.M., IPU., dalam paparannya menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan (blackspot) yang kerap menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi, maka berpotensi menimbulkan kemiskinan baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Salah satu tujuan dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto adalah pengentasan kemiskinan. Kemiskinan itu sebenarnya bisa dientaskan ketika kecelakaan lalu lintas bisa kita tanggulangi. Mengapa demikian? Karena 27.895 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas adalah pejuang keluarga, para kepala keluarga yang mencari nafkah. Jika mereka meninggal dunia karena kecelakaan, maka tidak ada lagi pencari nafkahnya, dan ini berpotensi melahirkan kemiskinan baru,” ungkap Haris.
FGD ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengintegrasikan peran semua stakeholder, mulai dari regulator, operator, penegak hukum, akademisi, hingga masyarakat luas. Kolaborasi lintas sektor diyakini sebagai kunci untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di perlintasan sebidang kereta api.
Sebagai perusahaan yang mengemban mandat negara dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus mendorong langkah-langkah kolaboratif, baik melalui program edukasi, sosialisasi, maupun kontribusi dalam lima pilar keselamatan lalu lintas.
Halaman : 1 2









