termasuk komunitas pengemudi yang menjadi garda terdepan di jalan raya. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk komunitas pengemudi yang setiap hari berada di jalan dan memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Fitur Lapor Laka di aplikasi JRKu ini sangat bagus dalam lompatan layanan digital, tinggal nanti kita bisa sama-sama sempurnakan. Intinya, bagaimana kita bisa melayani masyarakat secara bersama-sama. Karena keselamatan terhadap jiwa orang adalah tugas kita bersama. Kami yakin kolaborasi kita semua akan semakin terkoordinasi dengan baik,” ujar Agus.
Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Direktur Nonmedik RS Husada, dr. Fushen, M.H., M.M., FISQua. Menurutnya, percepatan informasi kecelakaan sangat membantu rumah sakit dalam mempersiapkan penanganan medis terhadap korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyambut baik fitur Lapor Laka ini, karena yang kami lihat ini akan memotong banyak waktu yang mengefisienkan pelayanan pada pasien atau korban dalam golden period. Sehingga itu akan memperbesar kemungkinan keberhasilan pelayanan medis terhadap korban,” ujar Fushen.
Sementara itu, perwakilan mitra pengemudi online dan konvensional menyambut baik sosialisasi fitur tersebut. Mereka menilai fitur Lapor Laka JRKu dapat membantu pengemudi berkontribusi lebih cepat dalam proses pelaporan kecelakaan di lapangan. “Sangat mendukung dengan adanya fitur di aplikasi JRKu ini. Semoga JRKu bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dwi Susanti, salah satu perwakilan mitra pengemudi online.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Direksi Jasa Raharja, Direktur Administrasi dan Keuangan RS Pelni Fauziah Ferryna nerwakilan Rumah Sakit Polri Tingkat I Kramat Jati melalui Kabid Yanmedwat Kombes Pol. dr. Budi Satria, M.Sc., Sp.PD, perwakilan komunitas pengemudi da b, Maxim, inDrive, Xanh SM, dan Bluebird Group, serta Kepala Pulallisi dan an Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah.
Halaman : 1 2









