JAKARTA – PT Jasa Raharja (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Di tengah dinamika industri jasa keuangan dan tantangan ekonomi global, perusahaan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,30 triliun, meningkat 138,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp963,74 miliar. Capaian tersebut juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) hingga 175,68 persen.
Kinerja tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta pada Senin (20/7). RUPS menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, sekaligus membahas Laporan Hasil Evaluasi Kinerja, Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil, serta Laporan Kepatuhan dan Pengendalian Internal.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jasa Raharja dalam menjalankan transformasi perusahaan secara berkelanjutan. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan mampu meningkatkan kualitas perlindungan dasar bagi masyarakat, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi negara,” ujar Awaluddin.
Sepanjang 2025, pendapatan asuransi Jasa Raharja meningkat menjadi Rp8,17 triliun dari Rp7,49 triliun pada 2024. Hasil jasa asuransi mencapai Rp1,95 triliun, sementara pendapatan investasi tumbuh sekitar 73 persen menjadi Rp1,40 triliun. Laba sebelum pajak juga naik signifikan menjadi Rp2,57 triliun.
Penguatan kinerja turut tercermin pada kondisi fundamental perusahaan. Total aset konsolidasian meningkat menjadi Rp20,63 triliun, sedangkan ekuitas mencapai Rp12,62 triliun, memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.
Arus kas operasional juga menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,74 triliun, meningkat hampir 115 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penerimaan premi naik menjadi Rp6,87 triliun dengan pembayaran klaim yang tetap terjaga secara optimal.
Dari sisi tata kelola, laporan keuangan konsolidasian Jasa Raharja kembali memperoleh opini “Wajar dalam Semua Hal yang Material” dari auditor independen. Perusahaan juga mempertahankan peringkat idAAA/Stable, yang mencerminkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang.
Awaluddin menegaskan, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kinerja keuangan yang sehat harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Karena itu, Jasa Raharja akan terus memperkuat digitalisasi layanan, memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menghadirkan layanan perlindungan dasar yang semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat,” katanya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









