Ia menambahkan, pemanfaatan data registrasi kendaraan, data perpajakan, dan informasi pendukung lainnya akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sekaligus mengoptimalkan potensi penerimaan daerah.
Awaluddin juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi Tim Pembina Samsat Nasional bersama pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut harus berkembang dari sekadar penyelenggara layanan administrasi menjadi orkestrasi berbasis data yang mampu menghadirkan pelayanan Samsat yang lebih mudah, cepat, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni mengatakan Rakornas Samsat 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pembina Samsat dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah. Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan berbagai kebijakan terbaru serta mendorong inovasi pelayanan Samsat di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai anggota Tim Pembina Samsat Nasional, PT Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekosistem Samsat modern melalui integrasi data, penguatan kolaborasi lintas instansi, dan pemanfaatan teknologi informasi. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan penerimaan PKB, BBNKB, SWDKLLJ, maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Melalui Rakornas Samsat 2026, Jasa Raharja berharap sinergi antarpembina Samsat semakin kuat sehingga mampu mempercepat transformasi pelayanan Samsat yang terintegrasi, meningkatkan kepatuhan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor, serta mendukung peningkatan penerimaan negara dan daerah untuk pembangunan nasional.
Halaman : 1 2









