JAKARTA – Jasa Raharja berkolaborasi dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menyelenggarakan sosialisasi nasional tentang budaya keselamatan dan pemahaman asuransi penerbangan pada Rabu (11/2) di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk menghadirkan pelayanan publik yang berorientasi pada perlindungan, keamanan, dan keselamatan masyarakat.
Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan literasi keselamatan, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui sosialisasi tersebut, peserta didorong untuk memahami pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan serta mengetahui hak dan kewajiban penumpang dalam sistem transportasi udara nasional. Diharapkan, para peserta dapat menjadi agen literasi keselamatan di lingkungan masing-masing.
Acara ini menghadirkan para pemangku kepentingan sektor transportasi udara. Selain Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, hadir Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja, Ketua KNKT Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan RI Shokib Al Rokhman, Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Angkutan Penerbangan Indonesia (APJAPI) Alvin Lie, serta perwakilan maskapai nasional. Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek dan komunitas terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian kegiatan diisi dengan paparan kebijakan keselamatan, simulasi, diskusi interaktif, serta sesi berbagi pengalaman. Peserta juga mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai peran asuransi kecelakaan Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada penumpang apabila terjadi risiko selama perjalanan udara.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dalam sambutannya menegaskan bahwa keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aspek operasional.
“Keselamatan penerbangan harus menjadi budaya yang hidup, bukan hanya tertulis dalam regulasi dan prosedur, tetapi tertanam dalam setiap proses kerja, setiap pengambilan keputusan, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya oleh para penumpang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keselamatan penerbangan memiliki dimensi yang jauh lebih luas, mencakup kepercayaan publik, stabilitas sosial, hingga keberlanjutan pembangunan nasional. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya berada di tangan regulator atau operator semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh ekosistem. Keselamatan tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan melalui konsistensi bersama.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









