“Tidak ada satu pun korban yang boleh menunggu. Itulah komitmen kita, dan itulah yang kita buktikan. Seluruh santunan korban meninggal dunia, termasuk dari kecelakaan menonjol, telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Awaluddin.
Dalam kesempatan tersebut, Awaluddin juga mengingatkan pentingnya transformasi layanan berbasis digital yang semakin terintegrasi guna mempercepat proses penjaminan dan penanganan korban kecelakaan.
Melalui sistem yang terhubung dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian dan rumah sakit, Jasa Raharja mampu memastikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan. Hal ini juga sejalan dengan komitmen zero pending claim, di mana seluruh santunan bagi korban meninggal dunia dapat diselesaikan tepat waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, keberhasilan Program Mudik Gratis BUMN 2026 turut menjadi capaian penting, dengan realisasi mencapai 116.688 pemudik, melampaui target yang telah ditetapkan.
Dalam aspek pelayanan di lapangan, Jasa Raharja juga mengoperasikan 25 Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter) yang didukung mobile unit keselamatan serta tim respons cepat di berbagai titik strategis jalur mudik.
Apel penutupan ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi, serta menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat.
Ke depan, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan memperkuat peran strategisnya, tidak hanya sebagai penyedia santunan, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam mewujudkan sistem transportasi yang berkeselamatan di Indonesia.
Halaman : 1 2









