1. Sosialisasi data oleh Jasa Raharja untuk meningkatkan kesadaran risiko.
2. Edukasi solusi oleh kepolisian, Jasa Raharja, dan para ahli.
3. Diskusi interaktif guna menghasilkan ide konkret di wilayah masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
4. Deklarasi komitmen sebagai penguatan moral dalam menjalankan peran agen keselamatan.
Dewi menegaskan pentingnya memahami pola risiko dan kondisi sosial masyarakat sebelum melakukan intervensi keselamatan. “Pendekatan keselamatan harus berangkat dari pemahaman yang utuh tentang pola risiko dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, keterlibatan aparatur kecamatan dan desa menjadi kunci agar pesan keselamatan tidak hanya disampaikan, tetapi benar-benar dihidupi oleh warga dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dewi.
Dengan pendekatan berbasis domisili korban serta pemberdayaan aparatur kecamatan dan desa, program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem keselamatan yang lebih menyentuh perilaku masyarakat secara langsung. Jasa Raharja menargetkan peningkatan pemahaman peserta, terlaksananya rencana aksi berkelanjutan, serta penurunan angka kecelakaan di wilayah prioritas.
Melalui kolaborasi yang lebih intensif dengan pemangku kepentingan lokal, Jasa Raharja optimistis transformasi budaya keselamatan dapat berkembang lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Halaman : 1 2









