“Gedung ini sangat strategis. Kita harapkan dapat dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua,” jelasnya.
Museum tersebut nantinya akan menghadirkan narasi perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia, mulai dari era awal hingga modern, termasuk menampilkan karya, dokumentasi visual, serta peralatan produksi.
Sementara itu, Muhammad Awaluddin menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut sebagai bagian dari optimalisasi aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bangunan ini bukan hanya aset perusahaan, tetapi juga bagian dari warisan sejarah yang perlu dimanfaatkan secara produktif bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Rubi Handojo turut memaparkan sejarah gedung dan kawasan Kali Besar yang dahulu menjadi pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan, dan kini berkembang sebagai destinasi wisata budaya.
Melalui kolaborasi ini, pemanfaatan aset bersejarah diharapkan tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebagai destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua Jakarta.
Halaman : 1 2









