Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa tren keselamatan selama periode siaga Lebaran menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Terjadi penurunan fatalitas sebesar 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tahun ini tercatat 228 korban meninggal dunia, turun dari 318 pada tahun sebelumnya. Hingga kemarin malam, santunan sebesar Rp11,2 miliar telah disalurkan kepada 224 korban meninggal dunia,” ungkapnya.
Meski demikian, Awaluddin menegaskan bahwa faktor risiko masih perlu menjadi perhatian, terutama dominasi kecelakaan pada kendaraan roda dua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyebab utama di antaranya kelelahan pengemudi atau fatigue driving, akibat perjalanan panjang lebih dari 6 hingga 7 jam serta kondisi kendaraan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Jasa Raharja juga mengoptimalkan kesiapan petugas di lapangan untuk memberikan respons cepat terhadap korban kecelakaan serta memastikan penyerahan santunan berjalan tepat waktu.
Pada sisa periode arus balik Idulfitri 2026, Jasa Raharja menegaskan akan terus memantau aspek keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian, kementerian, operator jalan tol, dan Jasa Raharja menjadi kunci dalam mewujudkan arus balik yang aman, nyaman, tertib, dan berkeselamatan.
Halaman : 1 2









