Sebagai narasumber dalam acara ini, Kun Wahyu Wardana—ahli di bidang asuransi, manajemen risiko, hukum, dan sumber daya manusia, serta penulis buku—menggarisbawahi pentingnya peran manusia dalam efektivitas sistem manajemen risiko. Menurutnya, sebesar apa pun kekuatan sistem, tidak akan efektif bila tidak didukung oleh pola pikir yang tepat dari sumber daya manusianya.
“Ketika kita bicara pada key success factor-nya untuk menerapkan risk management yang efektif, maka kembali kepada people-nya. Kita berangkat dari hal yang sangat mendasar, yaitu risk mindset,” jelasnya.
Ia kemudian melanjutkan dengan pemaparan mengenai risiko menurut David Hillson, seorang ahli yang dikenal sebagai The Risk Doctor. Kun menyampaikan bahwa risiko adalah sesuatu yang alami dalam hidup. Maka saat melakukan sesuatu, jangan pernah berpikir bahwa tidak ada risiko sama sekali. Meski demikian, setiap risiko adalah sesuatu yang dapat dikelola. Perspektif ini penting untuk membangun ketangguhan organisasi. Alih-alih menghindari risiko, insan perusahaan perlu membangun kemampuan untuk mengelola dan mengubahnya menjadi peluang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang perlu kita yakini adalah setiap risiko itu bisa di-manage dengan baik. Dengan menyadari ini maka kita akan mengubah perspektif bahwa risk is manageable. Ini membuat kita tidak lagi memposisikan diri sebagai victim, tapi memikirkan bagaimana kita mengubah situasi itu menjadi sebuah victory,” tambah Kun.
Acara ini menjadi pengingat bahwa manajemen risiko bukan sekadar alat bantu organisasi dalam menghindari kerugian, melainkan sebuah budaya yang harus tertanam di setiap individu di dalam perusahaan. Dengan mengedepankan integritas, kesadaran, dan mindset yang tangguh, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas internalnya demi menjaga kepercayaan masyarakat serta mencapai tujuan dan visi perusahaan.
Halaman : 1 2









