YOGYAKARTA — Jasa Raharja berpartisipasi dalam kegiatan HR Networking 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada 8–10 Januari 2026 di Yogyakarta. Forum ini menjadi wadah bagi para praktisi sumber daya manusia dari perusahaan asuransi dan reasuransi anggota AAUI untuk berdiskusi mengenai tantangan serta arah transformasi fungsi HR di tengah dinamika industri.
Dalam kegiatan yang dihadiri para praktisi asuransi tersebut, Direktur SDM, Umum, dan TI Jasa Raharja, Rubi Handojo, hadir sebagai narasumber dengan membawakan paparan bertajuk Human Capital Transformation as a Driver of Organizational Competitiveness. Melalui sesi ini, Jasa Raharja membagikan perspektif mengenai pentingnya transformasi human capital sebagai faktor kunci dalam menjaga relevansi dan daya saing organisasi, khususnya di industri asuransi yang terus menghadapi perubahan teknologi, regulasi, dan ekspektasi publik.
Rubi mengawali pemaparannya dengan menyoroti dinamika industri asuransi global dan nasional yang menunjukkan bahwa kegagalan beradaptasi terhadap perubahan dapat berdampak serius terhadap keberlanjutan organisasi. Ia menegaskan, transformasi tidak dapat hanya bertumpu pada adopsi teknologi dan peningkatan kapabilitas, tetapi harus disertai penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta integritas SDM sebagai fondasi utama organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengalaman di industri menunjukkan bahwa teknologi dan kapabilitas saja tidak cukup. Faktor penentu keberlanjutan organisasi adalah integritas. Tanpa integritas, strategi bisnis, sistem, dan inovasi tidak akan memberikan makna jangka panjang,” ujar Rubi.
Lebih lanjut, Rubi menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi SDM di industri asuransi perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain penguasaan kompetensi teknis dan digital, organisasi juga perlu memperkuat human-centric skills seperti kemampuan berpikir kritis, adaptabilitas, pembelajaran berkelanjutan, serta pengambilan keputusan yang etis. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan rendahnya literasi asuransi dan membangun kepercayaan publik terhadap industri.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









