Selain itu, lanjut Erik, implementasi Zero Control Deficiency dan Significant Deficiency inipun menggambarkan bahwa Perseroan tidak mengalami Material Weakness atau kekurangan pengendalian dengan tingkat keparahan tertinggi dan membutuhkan perbaikan segera, sehingga Perseroan dapat dipastikan telah memiliki sistem kontrol yang memadai untuk memverifikasi keakuratan data pencatatan laporan keuangan dan tidak terdapat salah saji material dalam laporan keuangan Perusahaan. ”Artinya, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan Perseroan sudah cukup baik,” ujar Erik.
Pencapaian tersebut pun tak lepas dari Pengawasan Melekat (Waskat) yang dilakukan secara berkesinambungan oleh Direksi Perseroan terhadap tata kelola Perusahaan. Hal tersebut disertai pula dengan pencanangan target oleh Direktur Utama kepada Internal Auditor Group untuk menjaga dan memastikan pengendalian internal berjalan efektif dengan indikator pencapaian Zero Significant Deficiency and Control Deficiency.
Targetnya, pencapaian eksisting ini akan terus ditingkatkan melalui Proses Pengawasan Internal serta tradisi Zero Significant Deficiency and Control Deficiency terhadap 80% kinerja utama Perseroan. ”Sehingga peran internal audit group tidak mulai ketika suatu proses itu beres, akan tetapi berperan juga sebagai katalisator bisnis Perusahaan,” kata Erik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2









