Dwi Ary mengatakan, dampak ekonomi akibat kecelakaan lalu lintas perlu menjadi perhatian bersama. “Kita harus menjadi bagian dari pencegahan kemunduran ekonomi nasional akibat maraknya angka kecelakaan di jalan raya. Gerakan budaya disiplin keselamatan berkendara erkendara ini ini akan kita masifkan di seluruh Indonesia.” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan gerakan edukasi dan kampanye keselamatan berkendara yang berkelanjutan, dengan melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan transportasi.
Dalam hal ini, Jasa Raharja mendorong penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memperluas jangkauan edukasi dan membangun budaya disiplin berlalu lintas. Gerakan tersebut diharapkan tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau berbagai daerah hingga tingkat komunitas masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kolaborasi tersebut, Jasa Raharja berharap kesadaran masyarakat terhadap risiko kecelakaan semakin meningkat. “Dengan demikian, upaya perlindungan tidak hanya dilakukan melalui pemberian santunan setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga melalui penguatan langkah pencegahan agar semakin banyak masyarakat terhindar dari risiko kecelakaan lalu lintas,” imbuh Dwi Ary.
Halaman : 1 2









