“Kalau saya datang sendiri, mungkin tidak didengar. Tapi kalau kanan-kiri saya ada TNI dan polisi, semua berpikir ulang. Targetnya distribusi beras jangan sampai tersendat,” paparnya.
Dalam forum tersebut, Farhan juga menyoroti ancaman serius yang kini menjadi fokus seperti peredaran tramadol, obat keras golongan B, dan minuman beralkohol. Ia menyebut peredaran tramadol sudah masuk jaringan internasional dan banyak menyasar remaja.
“Ini bukan lagi peredaran lokal. Banyak produk dari India. Dan yang paling menakutkan, korbannya banyak anak SMP, bahkan ditemukan di sekitar Balai Kota,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Farhan meminta operasi gabungan diperkuat untuk menekan peredaran tramadol, alkohol, serta narkoba di tingkat kelurahan.
“Saya yakin ini tidak bisa diberantas total. Tapi harus kita kendalikan. Ini ancaman untuk masa depan kota,” tambahnya.
Ia mengajak Satpol PP dan seluruh unsur keamanan wilayah untuk terus memperkuat koordinasi.
“Bandung kota terbuka. Risikonya besar. Tapi kalau kita solid, kota ini akan selalu kondusif,” ungkapnya.
Halaman : 1 2









