Menurut Awaluddin, data bukan lagi sekadar instrumen pendukung operasional, melainkan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan, perbaikan proses, serta pengembangan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Konsep tersebut sejalan dengan arah transformasi industri perasuransian global yang semakin mengedepankan pendekatan berbasis ekosistem. Di mana perlindungan tidak lagi berdiri sebagai produk yang terpisah, tetapi menjadi bagian dari pengalaman layanan publik yang terintegrasi,” jelas Awaluddin.
Dalam paparannya, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi sebagai fondasi pembangunan insurance ecosystem di Indonesia. Integrasi data, interoperabilitas sistem, serta penyelarasan proses bisnis antar-lembaga menjadi faktor kunci dalam menciptakan perlindungan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Forum AAMAI 2026 mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas arah transformasi industri perasuransian Indonesia di era digital. Termasuk pengembangan embedded insurance, open insurance, pemanfaatan real-time data, dan peningkatan pengalaman pelanggan melalui kolaborasi ekosistem.
Partisipasi Jasa Raharja dalam forum tersebut menjadi salah satu wujud komitmen perusahaan untuk terus memperkuat perlindungan dasar bagi masyarakat melalui inovasi layanan, transformasi digital, dan sinergi lintas institusi. Sehingga, kehadiran negara dapat dirasakan secara nyata oleh setiap korban kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia.
Halaman : 1 2









