“Jawa Timur siap membangun koordinasi dan meningkatkan efektivitas program Zero ODOL dengan target 2027. Sinergi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha dan industri karoseri, menjadi kunci agar efisiensi dan produktivitas tetap dapat tercapai,” ungkap Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana mewakili perusahaan menerima sertifikat penghargaan dari Menteri Perhubungan atas dukungan terhadap program penanganan ODOL. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Korlantas Polri, Gubernur Jawa Timur, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kolaborasi dalam penguatan tata kelola transportasi darat.
Dewi menegaskan bahwa penanganan kendaraan ODOL berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan berkendara dan pengguna jalan. “Kendaraan yang tidak sesuai ketentuan dimensi dan muatan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi pengguna jalan. Karena itu, Jasa Raharja mendukung penuh langkah-langkah normalisasi kendaraan ODOL sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih aman,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan, Jasa Raharja terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar perlindungan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, mulai dari pencegahan hingga penanganan ketika kecelakaan lalu lintas terjadi.
Melalui dukungan terhadap kegiatan ini, Jasa Raharja terus memperkuat perannya dalam mendorong keselamatan berkendara dan memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat. Komitmen melayani sepenuh hati diwujudkan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan demi terciptanya transportasi darat yang aman, tertib, dan berkelanjutan di Indonesia.
Halaman : 1 2









