“Strategi yang telah kami siapkan antara lain pembagian pelabuhan di sisi Pulau Jawa maupun Sumatra. Empat pelabuhan sudah kami persiapkan. Kami juga menyiapkan strategi delaying system, karena karakteristik pelabuhan tidak memungkinkan kendaraan dipaksakan masuk ke dermaga. Intinya, SOP dan pengelolaan arus lalu lintas di darat maupun penyeberangan sudah kami sinergikan. Negara hadir untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” jelasnya.
Sebagai bagian dari ekosistem keselamatan transportasi nasional, Jasa Raharja turut mendukung penuh kegiatan survei ini. Plt. Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menyampaikan komitmen perusahaan untuk memastikan perlindungan masyarakat selama periode Nataru.
Dewi menyatakan, “Jasa Raharja mendukung penuh langkah koordinatif lintas sektor untuk memastikan perjalanan selama periode Nataru berlangsung aman dan tertib. Pelabuhan Merak merupakan titik yang sangat strategis, sehingga kesiapan seluruh unsur pengamanan dan pelayanan harus optimal. Kami telah menyiagakan petugas, memperkuat koordinasi dengan ASDP dan instansi terkait, serta memastikan layanan perlindungan dasar bagi masyarakat dapat diberikan secara cepat dan tepat.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa kesiapan ini tidak hanya terkait respons terhadap kecelakaan, tetapi juga upaya pencegahan. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi secara menyeluruh. Kami berkomitmen mendukung upaya mitigasi risiko di seluruh lini penyeberangan,” tambahnya.
Dengan dilaksanakannya survei kesiapan ini, seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru 2025—2026.
Halaman : 1 2









