Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja menghadirkan dua narasumber untuk membahas penguatan layanan dari sisi digitalisasi dan standardisasi medis. Kepala Divisi Pelayanan Jasa Raharja memaparkan materi mengenai transformasi digital melalui JRCare untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada korban kecelakaan.
JRCare menjadi bagian dari upaya digitalisasi pelayanan yang mendukung efektivitas administrasi dan proses penjaminan biaya perawatan korban kecelakaan. Melalui pemanfaatan sistem digital, koordinasi antara Jasa Raharja dan rumah sakit diharapkan semakin efisien sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi.
Sementara itu, Ketua MAB-JR, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, Sp.FM, Subsp.EM(K), DFM, S.H., M.Si., menyampaikan materi mengenai penerapan DC-FKMN-JR Tahun 2025/2026 dalam penanganan pasien trauma akibat kecelakaan di rumah sakit. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat standardisasi medis dalam pelayanan korban kecelakaan agar penanganan pasien mengacu pada pedoman yang relevan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Umum PERSI, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG, Subsp.K.Fm, MARS, FISQua, serta penyerahan plakat kepada Ketua Umum PERSI dan Ketua MAKERSI Pusat sebagai simbol penguatan kolaborasi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif bersama narasumber serta peserta.
Simposium dilaksanakan secara hibrida dengan melibatkan perwakilan dari 15 rumah sakit di wilayah Banten yang hadir secara langsung. Peserta juga mencakup kepala kantor wilayah, pejabat dan staf pelayanan Jasa Raharja dari seluruh Indonesia, pengurus PERSI dan MAKERSI di berbagai wilayah, serta lebih dari 1.000 perwakilan rumah sakit mitra yang mengikuti kegiatan secara daring.
Melalui Industrial Symposium ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pelayanan korban kecelakaan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan penjaminan biaya perawatan, efektivitas administrasi melalui JRCare, serta penerapan standardisasi medis DC-FKMN-JR Tahun 2025/2026 demi mewujudkan pelayanan yang semakin cepat, tepat, dan berkualitas.
Halaman : 1 2









