Sementara itu, kegiatan di Jawa Timur dilaksanakan di Surabaya pada 22 Mei 2026 dengan melibatkan 55 peserta, dan berkolaborasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga pelatihan terkait. Adapun di Jawa Tengah, kegiatan diselenggarakan di Kota Pekalongan pada 18 Juni 2026 diikuti 74 peserta.
Awaluddin menambahkan, pendekatan yang menggabungkan literasi keuangan dan pengenalan peluang usaha diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih relevan bagi peserta. Dengan memahami cara menyusun prioritas pengeluaran, merencanakan kebutuhan jangka panjang, serta mengenali akses pembiayaan yang sesuai, para ahli waris diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
“Setiap keluarga memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, edukasi yang kami berikan perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran rumah tangga hingga mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan. Kami berharap pengetahuan ini dapat menjadi modal bagi para peserta untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bertahap,” tambahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Evaluasi program dilakukan melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Berdasarkan laporan pelaksanaan, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta di ketiga wilayah, meskipun besaran peningkatannya berbeda pada setiap kegiatan. Evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Jasa Raharja untuk menilai efektivitas materi dan menyempurnakan pelaksanaan program berikutnya.
Ke depan, Jasa Raharja berencana memperluas kegiatan literasi keuangan pada Semester II 2026 ke sejumlah wilayah lain, yakni Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan juga akan melanjutkan kolaborasi dengan PNM, dinas terkait, serta mitra UMKM untuk memperkuat kesinambungan edukasi dan pemberdayaan ekonomi para ahli waris.
“Jasa Raharja akan terus mengembangkan program yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri. Kami berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima perlindungan,” tutup Awaluddin.
Halaman : 1 2









